Sunday, 25 December 2011

Tidak ada Energi Gelap (Dark Energy), semua energi terang benderang

Para ilmuwan yang memenangkan hadiah Nobel fisika 2011, Saul Perlmutter, Brian Schmidt dan Adam Riess, yang menemukan bahwa cahaya nun jauh di galaksi sana lebih redup daripada yang mereka duga. Kesimpulannya mereka sepakat bahwa galaksi-galaksi sedang bergerak menjauh dari satu sama lain - dan ternyata pergeseran galaksi ini ada suatu fenomena akselerasi . Temuan mereka dikonfirmasi oleh peneliti lain. Kesimpulannya adalah bahwa ekspansi alam semesta adalah percepatan, tidak melambat.

Dengan pengukuran berdasarkan efek Doppler ini, semua peneliti sepakat bahwa semua galaksi bergerak saling menjauhi, tetapi energi penyebab utama pergerakan ini belum diketahui format fisikanya, itulah yang didefinisikan sebagai energi gelap. Kenapa semua akhli astro-fisika, fisikawan teoretis menjadi gelisah? Fisika Newton, fisika relativitas Einstein tidak dapat menjawab fenomena pergerakan galaksi-galaksi yang misterius ini.

Mungkin fenomena ini sama dengan pergerakan kelompok manusia primitive antara 30,000 – 50,000 tahun yang silam. Mereka cenderung menyebar ke seluruh permukaan darat di bumi, dimana pada awalnya mereka tidak tahu bahwa permukaan bumi ini bulat, dan akhirnya mereka tahu bahwa manusia hanya satu pada bumi yang tinggal satu dalam suatu harmoni keseimbangan budaya dunia.

Demikian juga galaksi-galaksi ini seperti kapal-kapal laut yang mengarungi lautan luas perjalanan waktu, mencari suatu keseimbangan massa dan energy yang baru sedemikian sehingga T = T-end yang berarti bahwa Sang Waktu itu berakhir. Sebenarnya fenomena pergeseran massa-massa raksasa galaksi ini menunjukkan kesederhanaan fenomena perjalanan massa-energi di perjalanan waktu ini, istilahnya massa-energi besar itu gampang diatur atau gampang di-program dalam perjalanan alam semesta ini.

Saya katakan bahwa proses alam semesta ini adalah suatu proses perjalanan, bahwa alam semesta ini bukanlah statis. Jika penyebaran kelompok-kelompok manusia itu analog dengan penyebaran massa-energi terobservasi itu, maka ada satu kesimpulan yang sama, yakni bahwa keseimbangan itu hanyalah satu, yakni satu alam semesta, satu bumi manusia, yang melihat satu kesadaran masa depan yang sama.

Jika kita membayangkan begitu susahnya memindahkan gunung-gunung di bumi, ternyata hukum alam semesta ini demikian gampangnya menggerakkan massa galaksi-galaksi raksasa di sana, dan ini membuktikan bahwa alam semesta ini dapat diselesaikan dan diciptakan kembali dengan sederhana oleh Sang Maha Pencipta.


Saturday, 24 December 2011

Alam semesta bukanlah 3-dimensi tetapi hanya 2-dimensi

Alam semesta ini besar kemungkinan hanyalah 2-dimensi, yang menyebabkan kesadaran manusia dapat melihat 3-dimensi karena factor tambahan dimensi sementara yakni dimensi waktu. Yang menyebabkan kesadaran dapat melihat dan membayangkan ruang, justru karena adanya dimensi sementara waktu yang sedang atau masih berjalan ini. Jadi mana duluan terjadi, ruang ataukah waktu? Pada saat ini dengan konstanta Hubbel, para akhli sains dapat memperkirakan bahwa perjalanan waktu alam semesta ini telah mencapai 13.7 milyar tahun perjalanan cahaya.

Tentunya dengan hadirnya waktu, maka massa dan energy mempunyai tempat untuk berekspressi dalam perjalanan waktu ini. Kejadian Ledakan Besar (Big-Bang) sebenarnya lebih tepat dikatakan sebagai titik awal perjalan Sang Waktu, boleh didefinisikan sebagai T = 0. Jika tidak ada Sang Waktu tentunya tidak ada tempat massa dan energy untuk dapat mengekspressikan dirinya. Ekpresi dan eksistensi atom yang sederhana tentunya atom hydrogen, sampai ekspresi dan eksistensi atom berat seperti Uranium. Massa dan Energi sebenarnya suatu pasangan bermain dalam ruang waktu, suatu pasangan dansa orchestra music yang luar biasa di alam semesta.

Energi di alam semesta ini sangat dinamis, termasuk energy gelap yang belum diketahui format fisika-nya, sama dinamisnya dengan energy sungai yang mengalir, energy angin yang dapat menciptakan badai,topan, hujan dahsyat di bumi. Energi gelap dan materi gelap lebih mirip dengan energy-energi sungai-sungai dan angin-badai, yang mengatur perjalanan massa dan energy ter-observasikan di alam semesta ini dalam perjalanan waktu yang sangat indah ini. Jadi 2 kombinasi yang ekivalen mungkin, jika ada angin di bumi, maka ada energy gelap di alam semesta, jika ada hujan di bumi, tentu ada materi gelap di alam semesta.

Mungkin para akhli sains Barat demikian jeniusnya sebagai referensi kemajuan kecanggihan sains teknologi manusia, tetapi besar kemungkinan sebenarnya alam semesta ini menyimpan suatu rahasia kesederhanaan. Jika dilihat dari ekivalensi-ekivalensi, seperti misalnya suatu system computer. Boleh kita duga bahwa alam 2-dimensi itu tempat mengalirnya data-data program komunikasi (software) yang belum dapat di-deteksi oleh sains manusia, sedangkan alam 3-dimensi itu adalah sebenarnya perangkat keras ( hardware) yang tercipta karena adanya perjalanan waktu.

Jadi jika kita berbicara tentang kesederhanaan filosofi alam semesta, maka boleh kita katakana bahwa alam semesta ini (Universe) adalah suatu simulasi computer (komputasi) raksasa. Jaringan program data komputasi bermain pada 2-dimensi, sedangkan perangkat keras bermain pada 3-dimensi.

Bagaimana membuktikannya teori ini? Mungkin kita harus belajar dari observasi kehidupan di bumi, terutama tentang pembuktikan adanya ruang 2-dimensi yang berperan dalam suatu fenomena aliran komunikasi data-data alam semesta. Seperti pada tulisan sebelumnya, saya mengatakan bahwa 100%, pola-pola simetri makhluk hidup itu ada di ruang 2-dimensi. Yang termudah adalah membayangkan belahan kanan dan kiri tubuh kita sendiri, adalah suatu belahan simetri 2-dimensi. Bahkan double-helix DNA pun mempunyai simetri 2-dimensi. Apa yang kita lihat dari belahan simetri 2-dimensi ini sebenarnya adalah efek-efek cermin yang sama dengan efek cermin kaca. Efek cermin dari fenomena 2-dimensi ini sebenarnya adalah suatu proses copy-paste suatu komunikasi data computer.

Penjelasan teori evolusi Darwin, sebenarnya hanyalah menjelaskan suatu sisi proses perangkat keras dari evolusi kehidupan, tetapi masih banyak rahasia komunikasi data alam semesta yang belum terpecahkan.

Jika kaum agama mengatakan bahwa kehidupan ini adalah sementara, maka sebenarnya intuisi manusia menyatakan bahwa sebenarnya perjalanan waktu yang 13.7 milyar ini boleh jadi segera akan berakhir. Dan semua data-data perbuatan kita tercatat sempurna dalam perjalanan waktu kita yang berkisar di angka 70 tahunan, data-data itu tidak pernah hilang, karena dia berjalan bukan di 3-dimensi yang sementara, tetapi data-data itu berjalan di ruang 2-dimensi dan kembali ke Sang Pencipta yang kekal.

Friday, 16 December 2011

Teori informatika asal-usul kehidupan (Data informatics theory of life origin)

Teori evolusi dan teori seleksi alam Charles Darwin sudah kadaluarsa dan haruslah ada suatu teori baru yang menjelaskan adanya fenomena gelombang-gelombang data informatika yang berjalan seiring dengan perjalanan evolusi kehidupan di Bumi.

Sebagaimana yang saya sampaikan pada tulisan sebelumnya, ada 5 fakta yang memberikan 5 karakterisasi fenomena manajemen informatika yang kompleks dari konsep hidup yakni adanya sistem organisasi kehidupan mandiri 1 sel, adanya fungsi organisasi dari organ-organ yang berbeda dari makhluk multi-sel, adanya fungsi organisasi panca-indera, adanya fungsi manajemen energi foto-sintesa tumbuh-tumbuhan, adanya manajemen pertumbuhan reproduksi dari 1 sel zygote menjadi trilyunan sel yang berorganisasi secara sempurna. Minimum 5 fakta ini sama sekali tidak dapat dijelaskan oleh teori evolusi Darwin ataupun teori seleksi alam. Apapun yang namanya organisasi, fungsi, manajemen, sistem di alam semesta ini pastilah ada tangan-tangan gaib yang menciptakannya melalui proses-proses replika yang belum diketahui oleh pencapaian sains manusia.

Tubuh manusia adalah hasil perjalanan cerita indah dan panjang mengisi perjalanan ruang waktu yang penuh misteri, tetapi fikiran manusia tampaknya semakin jelas merupakan suatu pintu masuk ke suatu dimensi semesta informatika yang luar biasa. Tubuh manusia adalah suatu misteri evolusi perjalanan panjang ruang waktu, apalagi fikiran manusia merupakan suatu fenomena terdahsyat di alam semesta ini.

Kemajuan sains mikro-biologi telah membuktikan bahwa gen-gen dengan komposisi molekul-molekul double-helix DNA adalah pembawa-pembawa informatika masa depan makhluk-makhluk hidup di Bumi yang berjalan secara evolusi dalam kurun milyaran tahun. Berarti ada pola komunikasi data dan manjemen informatika, hanya teknologi manusia belum sampai dapat menjelaskan dimensi-dimensi komunikasi data informatika ini. Pencarian dimensi-dimensi informatika makhluk hidup telah saya sampaikan sebelumnya dan saya kutip ulang sebagai berikut.

Pencarian dimensi-dimensi informatika data evolusi kehidupan

Dimanakah sebenarnya kesadaran video-audio kita berada? Secara logika sederhana, kesadaran video-audio kita seharusnya ada di dalam jaringan system syaraf otak kita yang jumlahnya sekitar 100 milyar sel syaraf. Tetapi betapapun ilmu pengetahuan teknologi bedah syaraf saat sedemikian majunya, secara bio-fisika dan bio-kimia, kinerja otak manusia itu tidak ada bedanya dengan kinerja otak simpanse atau orangutan, perbedaannya sangat tipis sekali plus minus 2 persen.

Perhatikan gambar berdimensi 3 disamping dimana gambar foto diri saya yang 2 dimensi ada di dalam 3 dimensi. Setelah kita memperhatikan dengan seksama foto dalam format jpeg itu melalui lensa mata, terus ditransmisikan ke system syaraf otak, apakah yakin gambar foto itu tetap disimpan dalam otak kita. Sampai saat ini belum ada peralatan teknologi canggih yang dapat mentransfer atau men-download bayangan image video-audio manusia ke suatu format elektronik. Ilmu pengetahuan tetap mentok hanya menggunakan logika induktif menyatakan bahwa bayangan video-audio manusia itu seharusnya berakhir di system syaraf otak individu masing-masing manusia.

Pernahkah kita berfikir bahwa fungsi panca-indera mata dengan otak itu sebenarnya hanyalah fungsi kamera video-audio, selanjutnya otak kita hanya mentransfer bayangan video-audio kita itu ke suatu dimensi yang belum kita ketahui atau belum ada cara mendeteksinya dimensi-dimensi itu. Dalam hal ini saya menyederhanakannya bahwa bayangan video-audio itu masuk ke suatu format 2 dimensi seperti gambar foto saya diatas.

Jadi dimanakah atau siapakah end-user bayangan video-audio yang diterima setiap individu manusia? Kalau ilmuwan Barat, karena mereka pantang dengan menggunakan bahasa meta-fisika, maka mereka tetap sepakat bahwa bayangan image video-audio manusia itu tetap berada di media 3 dimensi otak syaraf. Sebenarnya kalau sains itu mau jujur dan tidak tergantung kebohongan yang disembunyikan oleh individu yang bernama ilmuwan sejati, maka seharusnya sains berkata bahwa saya tidak mengetahui dimana akhir tujuan bayangan video-audio itu akan berlabuh.

Pada komunikasi informatika, fenomena copy-paste itu analog dengan efek cermin kaca 2 dimensi. Format 2 dimensi itu mempunyai suatu karakteristik spesifik transfer media informatika, fenomena cermin/lensa atomik (kaca biasa atau kaca cermin) adalah sebenarnya fenomena fotokopi memory yang umum terjadi di medan elektromagnetika, dan mungkin juga di medan gravitasi.

Pada perjalanan evolusi makhluk hidup, pola-pola replika, copy-paste adalah suatu konsep dasar keabadian, maka kita dengan mudah melihat pola-pola simetri tubuh setiap makhluk hidup, yakni simetri kanan dan simetri kiri. Bidang-bidang simetri itu selalu 2 dimensi. Besar kemungkinan komunikasi informatika evolusi makhluk hidup itu melalui dimensi-dimensi ini. Sederhananya demikian, kalau orang tua mengatakan ‘bak pinang dibelah dua’, maka bidang belah pinang itu pasti 2 dimensi, nah itulah dimensi-dimensi informatika data yang berperan dalam perjalanan evolusi makhluk hidup di Bumi.

Monday, 7 November 2011

Menulis cerita pendek

Sembilan belas hari sudah, saya tidak menuangkan fikiran saya dalam blog ini karena kesibukan saya dalam pekerjaan sebagai tukang listrik yang dibayar gaji bulanan, pekerjaan rutin sebagai konsultan teknik yang harus mengawasi pembangunan pembangkit listrik, mengikuti rapat-rapat , dan membuat laporan-laporan. Sepanjang kehidupan manusia maka dia ditakdirkan menjadi sang pengamat peradaban dan dunia sesuai dengan kapasitas “window” fikiran yang diberikan Sang Pencipta, masing-masing manusia mempunyai kapasitas “window” yang awalnya sederhana kemudian dengan bertambah usianya maka kapasitas “window” setiap individu itu semakin luas dan analisanya semakin baik dalam melihat harmoni kehidupan. Fikiran manusia itu dapat dimisalkan sebagai generator pembangkit yang ditakdirkan untuk mengeluarkan suatu cerita kisah dari hasil observasi,logika,emosi yang diterima dari panca-indera dan otaknya. Perhatikan ketika sekelompok ibu-ibu yang sedang memasak rame-rame dalam suatu perhelatan sedekah di suatu kampung, maka mereka akan saling bercerita tentang anak-anaknya, tetangganya, mungkin juga tentang acara sinetron televisi. Itulah yang disebut buah fikiran dari masing-masing individu yang dapat diamati dari percakapan di warung kopi, pesta, café, dan seterusnya.

Pertanyaannya kenapa hanya sebagian orang dapat menuangkan fikirannya dalam bentuk tulisan, music, ataupun dalam lukisan? Sebagian besar dari kita lebih menikmati pembicaraan yang hangat, ngerumpi yang asyik, ngegosip yang seru jika dibandingkan kalau kita harus menuangkan pemikiran kita dalam bentuk cerita pendek ataupun cerita panjang. Fikiran manusia itu seperti lautan tidak bertepi tetapi tubuh manusia dengan panca-inderanya itu seperti terjebak dalam ruang 3 dimensi. Fikiran manusia itu seolah-olah meluncur tak berhingga di suatu media 2-dimensi ( bayangkan seperti bidang kaca cermin 2-dimensi ). Kecepatan fikiran manusia itu seolah-olah melebihi kecepatan cahaya meluncur di suatu bidang maya 2-dimensi. Kalau fikiran manusia itu dituangkan dalam suatu tulisan cerita, maka tinta tulisan itu tidak akan pernah habis-habisnya dari lautan yang tidak bertepi.

Berbicaralah tentang dunia, menulislah tentang kisah perjalanan sang manusia. Seorang anakpun akan tumbuh dan akan mulai bercerita kepada orang tuanya dan sekitarnya secara alamiah. Ada saatnya orang berbicara, ada saatnya orang mendengar, ada saatnya seorang tenggelam dalam membaca buku cerita, dan ada waktu suasana seorang dapat menulis cerita diatas selembar kertas atau di depan layar komputer. Fikiran manusia dapat dimisalkan seperti sungai yang mengalir dari hulu sampai ke hilir menuju lautan luas, jadi betapa beratnya beban fikiran manusia jika fikirannya itu tidak dituangkan dalam suatu pembicaraan, ngegosip, ngerumpi. Fikiran manusia itu bisa “stug” atau “hanged” jika tidak dapat dikomunikasikan dalam bentuk sederhana obrol-obrol sampai dalam bentuk diskusi panel misalnya.

Percaya tidak bahwa kalau seseorang jago produktif menulis dalam penuangan atau pemaparan tulis-menulis maka dia cenderung seorang yang gagap dalam berbicara. Seorang Barack Obama pernah membuat sebuah buku memoir, pidato politiknya penuh kharismatik tetapi Obama bukanlah penulis yang produktif. Seorang Charles Darwin yang menuliskan tentang teori evolusi dalam bukunya yang terkenal “On the Origin of Species” maka di dalam benak fikirannya itu ada energy seperti generator pembangkit yang harus menyalurkan ide teorinya itu dalam suatu buku tulisan. Betapapun bukunya menjadi kontroversial tetapi itulah fenomena alam lahirnya sosok-sosok penemu yang merubah wajah dunia.

Kertas dan buku itu akan tetap menemani manusia dalam perjalanan peradaban betapapun media tulis-menulis ini telah tergantikan dengan adanya layar komputer. Itu adalah buku-buku yang nyata dalam bentuk kertas ataupun disimpan dalam memori computer, tetapi setiap manusia akan membawa catatan buku amal dosa perbuatannya dalam buku maya yang tercatat akurat dalam media kesadaran semesta yang tidak dapat dibohongi. Dalam setiap sel-sel makhluk-makhluk hidup terkandung tera-byte informasi dalam DNA. Misteri kesadaran fikiran manusia itupun sebenarnya adalah misteri perjalanan bio-informatika yang sangat dahsyat di alam semesta. Coba bayangkan jika bio-informatika itu mempunyai server, sedangkan setiap fikiran manusia adalah agen-agen bio-informatika. Jadi bukanlah partikel Boson-Higgs yang menjadi akhir misteri sains, tetapi justru fikiran manusia itulah misteri bio-informatika yang terakhir. Saya coba gambarkan misteri fikiran manusia itu seperti gambar sketsa diatas.

Tuesday, 18 October 2011

Steve Jobs, tragisnya teknologi canggih Amerika (3)

Di Amerika Serikat dan Eropa Barat, metoda ilmiah dijadikan sebagai garis besar haluan cara berfikir mayoritas masyarakat yang berpendidikan. Agama-pun dihantam habis-habisan dengan cara berfikir metoda ilmiah, lebih parah lagi agama dijadikan bulan-bulanan dalam perdebatan teori evolusi dan seleksi alam Charles Darwin dalam setiap forum-forum diskusi ilmiah terbuka atau forum-forum komunikasi internet. Padahal agama itu terlahir secara evolusi dan revolusi karena persoalan mendasar moral manusia yang cenderung rakus dan tamak melebihi perilaku binatang. Agama itu dilahirkan sebagai pedal rem dari nafsu angkara murka manusia yang cenderung tidak terkendali. Bagaimana mengendalikan moral ketamakan manusia yang cenderung berlebihan, itu persoalan yang tidak dapat dijawab oleh pencapaian peradaban itu sendiri.

Bagaimana moral hati nurani cara berfikir ilmuwan Amerika ketika negaranya menyimpan 4000 hulu ledak nuklir yang 1 unit bom nuklir tersebut dapat memusnahkan 25 juta manusia? Apakah 4000 bom nuklir itu direncanakan untuk memusnahkan bumi yang hanya satu alam semesta ini? Apakah teori seleksi alam Charles Darwin berlaku untuk bumi manusia yang hanya tersisa satu ini? Sangat jelas terbuktikan bahwa moral manusia itu cenderung tidak terkendalikan.

Khayalan manusia itu luar biasa tidak terbatas untuk menemukan planet-planet yang mirip bumi di jagad galaksi sana termasuk potensi Bulan dan Mars yang mungkin dapat di-explorasi sebagai habitable zone di masa mendatang, tetapi realitas perjalanan mencari planet mirip bumi itu diluar kerangka waktu peradaban manusia yang baru muncul 10,000 tahun ini. Pada saat seorang ilmuwan berfikir bahwa suatu saat manusia dapat menemukan penemuannya berdasarkan metoda ilmiah, maka disitulah sebenarnya manusia memperlihatkan batas-batas ketamakan dan kebohongan moralnya. Sederhananya demikian, saya ingin semua alam semesta galaksi dikuasai oleh sains dan teknologi saya, tetapi koq saya cenderung menghancurkan bumi yang baru 1 ditemukan.

200 juta orang Amerika Serikat adalah potensi sumber daya manusia innovator sains dan teknologi canggih frontier telekomunikasi informatika, tetapi teknologi ini akan menjadi pasokan bagi mesin kapitalisme ala 1,3 milyar orang Cina, menjadikan Negara Cina akan terus menjadi pemimpin devisa uang , meskipun manusia-manusia tipikal Steve Jobs baru akan terus terlahir di Amerika dan Bill Gates tetap menjadi orang terkaya di dunia.

Dasar filosofi kapitalisme Cina berbeda dengan kapitalisme Jepang, karena Cina tetap mempunyai “mesin-sosialis” yang dapat menggerus kecendrungan penggelembungan uang, membabat efek bunga berbunga dari nilai uang, tanah dan bangunan. Jadi Negara Cina ini boleh dikatakan dapat mengimplementasikan dasar-dasar syariah Islam yang utama, yakni anti riba dengan kata yang lain juga anti penggelembungan uang. Kita lihat saja pendudukan massa bursa saham Amerika Wall Street ini meluas ke berbagai Negara di Eropah, di bursa-bursa saham inilah pusat penggelembungan uang ini direkayasa, tetapi yang kaya hanyalah segelintir orang.

Kenapa Negara Amerika sang pemimpin teknologi canggih frontier ini malah terpuruk ekonominya, apakah saat ini badan inteleijen Amerika CIA saat ini sedang menggodok rekayasa perang baru dengan Iran atau mungkin perang dunia ke-3 sesuai dengan teori seleksi alam Charles Darwin??

Sunday, 9 October 2011

Steve Jobs, tragisnya teknologi canggih Amerika (2)

Steve Jobs sang legenda master penemu teknologi informatika global yang membawa popularitas logo komersial antara lain Apple, Macintosh, iPhone, iPod, iPAD lahir 24 February 1955, meninggal pada usia 56 tahun pada tanggal 5 October tahun 2011 ini. Bapak kandungnya ternyata Abdulfattah John Jandali, seorang Muslim Suriah dan ibu kandungnya Joanne Schieble keturunan Jerman. Perhatikan senyumnya sambil memegang gadget mobile-phone-generasi-cerdas yang dipeloporinya, suatu tipe baru touch-screen, communicator, music-video entertainer.

Pencapaian teknologi computerized mobile phone ini penuh dengan persaingan individu-individu yang ambisius, ego-maniak, manusia-manusia intelegensia tinggi yang hidup pada sistem kapitalisme Amerika. Bayangkan kalau mereka ini seperti Bill Gates dan Steve Jobs ini lahir di China atau India. Kita harus mengakui bahwa sistem pendidikan di Amerika saat ini akan terus melahirkan inovator-inovator jenius sepanjang masa yang ditunjang oleh kultur riset mendasar yang dominan seperti fisika, kimia, biologi, genetika yang canggih dan sangat mahal anggarannya.

Teknologi informatika abad millennium ini adalah suatu pencapaian peradaban yang merubah wajah dunia saat ini. Seperti saya katakan sebelumnya bahwa komunikasi manusia itu seperti lautan tidak bertepi. 1900 tahun lalu ketika peradaban Cina menemukan teknologi pembuatan kertas secara massal, maka komunikasi manusia itu semakin intensif. Teknologi pembuatan kertas secara massal ini akhirnya diketahui oleh peradaban Islam pada abad ke-8, akhirnya sampai ke benua Eropa pada abad ke-12 melalui proses benturan peradaban ala abad pertenghan yang terkenal itu, yakni Perang Salib. Menurut saya, benturan peradaban itu akan terjadi terus-menerus sepanjang peradaban manusia berlangsung, dan sejarah akan menilai obyektivitas yang dikemukakan oleh Samuel Huntington dalam teorinya tentang benturan peradaban yang mendiskreditkan agama-agama. Sebenarnya perubahan peradaban lebih cocok dinamakan matriks perubahan peradaban.

Jadi tonggak-tonggak perubahan peradaban komunikasi dapatlah kita kategorikan 3 tahap millennium, yakni millennium 0 ketika teknologi kertas massal ditemukan oleh kultur Cina, millennium 1000 ketika teknologi kertas ini menyebar ke seluruh benua Asia dan Eropa, dan millennium 2000 ini ketika media kertas ini digantikan oleh media jaringan informatika dunia. Sederhananya demikian, dahulu manusia menuliskan lautan fikirannya lewat kertas dari buku-buku dan akhirnya saat ini sudah digantikan dengan media informatika lewat layar monitor LCD. Seperti saya saat ini sedang menuangkan pemikiran saya tentang selebriti komputer Steve Jobs, maka saya sudah tidak memerlukan lagi berton-ton kertas kosong dan buku-buku referensi dari perpustakaan, cukup saya buka Microsoft Word, koneksikan computer melalui internet dengan modem kecepatan tinggi, click Google Wikipedia tentang Steve Jobs, Bill Gates, dan Microsoft, lantas mulailah saya membaca cerita sejarah, menganalisa tentang topik-topik utama dimana saya sangat tertarik memberi komentar, kritik, prosa, esei dan selanjutnya. Akhirnya tulisan ini mulai saya rangkai ceritanya agar logika ceritanya mengalir enak untuk dibaca. Itulah nikmatnya kita hidup di zaman millennium 2000, mantap kan.

Nasib sang master penemu teknologi itu tak selamanya beruntung seperti Steve Jobs, berapa korban persaingan teknologi perangkat keras dan piranti lunak computer ini jatuh bangkrut, tidak dapat disebutkan satu per satu. Sang penemu teknologi percetakan buku massal 700 tahun lalu Johannes Gutenberg itupun bangkrut, sang penemu teknologi kertas Tsai Lun (Cai Lun) 1900 tahun yang silam itupun manusia yang bernasib malang sebagai hamba kaisar yang dikebiri seumur hidup. Berbicara tentang sang penemu dan hak ciptanya, maka hak cipta itu seharusnya ada batasan limitasi waktu dan batasan legal kepentingan hajat orang banyak , bayangkan kalau hak paten teknologi pembuatan kertas oleh China 2000 tahun lalu, tetap di-klaim sebagai “Copyright All Rights Reserved”, apa jadinya dunia ini.

Jika perdagangan teknologi informatika ke depan, akan tetap dimenangkan oleh China, maka hukum alam itu telah berlaku sempurna, bukan teori seleksi alam Darwin yang berlaku tetapi matriks perubahan peradaban yang telah bergeser. Karena alam semesta ini akan menciptakan kondisi-kondisi Tuan Master dan Tuan Slave, kapitalisme Amerika telah menciptakan teknologi informatika sebagai “Slave” penemuan-penemuan baru, kapitalisme massal ala China memakan inovasi-inovasi itu dan menciptakan China sebagai “Master” kapital-kapital uang dunia hasil perdagangan teknologi canggih ini.

Kapitalisme gelembung uang itu sudah menjadi jalan peradaban manusia, seorang insinyur baru lulus di Amerika digaji ekivalen Rp 20 juta/bulan, di Indonesia cukup Rp 3 juta /bulan, di Cina cukup dengan ekivalen Rp 1 juta/bulan. Jadi populasi terbesar China yang 1,3 milyar itu bukanlah bencana seperti yang diramalkan oleh Teori Malthus, tetapi saat ini bermetamorfosa menjadi unit-unit mesin kapitalis dengan produktivitas tinggi dengan harga sangat murah. Maka jadilah Negara China sebagai Master Kapitalis Dunia, sementara inovasi-inovasi teknologi canggih di Amerika akan menjadi Budak Kapitalis itu sendiri betapapun Bill Gates tetap menjadi orang terkaya di dunia.

Sebenarnya kalau sains manusia itu ingin menciptakan kebaikannya itu sendiri seperti ungkapan Alhazen 1200 tahun lalu, maka pencapaian teknologi informatika seharusnya dapat membuat telekomunikasi telepon dan internet dunia menjadi gratis tanpa biaya. Sayangnya kapitalisme gelembung uang tetap menghalangi upaya-upaya mulia ini. Tetapi saya yakin hal ini akan terjadi dalam 20-30 tahun kedepan, bahwa telekomunikasi telepon dan internet akan mungkin menjadi gratis jika kita lihat kecendrungan harga-harga perangkat informatika semakin murah dan biaya konsumsi energinya semakin kecil.

Saturday, 8 October 2011

Steve Jobs, tragisnya teknologi canggih Amerika (1)

Negara yang mempunyai sumber daya manusia yang paling inovatif sebegai master penemu teknologi revolusioner di bidang telekomunikasi dan informatika, adalah Amerika Serikat yang saat ini justru dilanda krisis ekonomi terparah sejak perang dunia pertama.

Kenapa bisa begitu ya? Seharusnya negara yang memiliki paten teknologi tinggi, maka dialah sang pemenang dan negara tersebut akan menikmati hasil komersialisasi perdagangan teknologi canggih tersebut. Nyatanya yang menikmati komersialisasi perdagangan teknologi informatika di Amerika hanyalah segelintir orang-orang cerdas mandra-guna otaknya dalam merancang program computer, seperti Bill Gates, Steve Wozniak, Steve Jobs, dan para elit otak cemerlang dalam program piranti lunak. Bill Gates adalah top peringkat atas orang terkaya di dunia dalam beberapa perioda tahun.

Kalau kita kembalikan apa itu definisi pencapaian peradaban manusia dari awalnya sebagai kelompok manusia-manusia zaman batu, maka peradaban itu adalah hasil evolusi dan revolusi manajemen komunikasi antar umat manusia. Karena tujuan peradaban itu adalah komunikasi antar umat manusia yang dapat memberikan kesejahteraan bersama di atas muka Bumi yang tinggal satu ini. Dengan adanya teknologi telekomunikasi dan komputer yang dikelompokkan sebagai teknologi informatika, maka tujuan-tujuan pencapaian peradaban itu akan semakin cepat tercapai atau paling tidak hambatan-hambatan dis-informasi dan mis-komunikasi antar umat manusia dapat di-kurangi atau mungkin di-eliminir sama sekali.

Percaya tidak bahwa komunikasi manusia itu 70% didominasi oleh komunikasi dengan dirinya sendiri karena kita harus paham dan yakin tentang segala sesuatu hal yang akan diucapkan dan dikomunikasikan kepada orang lain. Buktikan saja sendiri dari waktu putaran 24 jam, berapa jam kita harus memikirkan tentang orang lain, minimum 12 jam waktu kita untuk istirahat untuk tubuh kita sendiri, belum waktu untuk makan minum untuk kenikmatan kita sendiri, dan tentunya imajinasi romantis bahkan seksualitas apakah itu untuk orang lain ?? Itulah misteri komunikasi manusia yang akan cenderung ego-maniak. Kalau tidak percaya juga, lihat nasib Moammar Khadafy saat ini di bulan Oktober 2011, apakah manusia ini dapat dikategorikan super-ego-maniak.

Realitas komunikasi data-video-audio antar komputer bukan lagi misteri, tetapi realitas komunikasi data-video-audia di otak manusia tetaplah misteri. Dimanakah sebenarnya kesadaran data-video-audio kita berada? Secara logika sederhana, kesadaran video-audio kita seharusnya ada di dalam jaringan system syaraf otak kita yang jumlahnya sekitar 100 milyar sel syaraf. Tetapi betapapun ilmu pengetahuan teknologi elektronika saat ini sangat canggih, sampai saat ini belum ada peralatan teknologi canggih yang dapat mentransfer atau men-download bayangan image video-audio manusia ke suatu format elektronik. Jadi domain komunikasi kesadaran manusia itu tetaplah 95% misteri, karena kita tidak tahu siapakah dan dimanakah sebenarnya end-user proses kesadaran manusia berakhir. Silahkan buktikan sendiri dengan eksperimen. Pada umumnya ilmuwan Barat selalu mengelak dengan jawaban bahwa suatu saat teknologi akan mencapainya, tetapi malu untuk berkata jujur bahwa peta pengetahuan tentang komunikasi kesadaran manusia itu sangatlah terbatas, sebaiknya jangan terlalu banyak melontarkan spekulasi-spekulasi sains yang menyesatkan.

Rentang waktu penemuan antara tahun 1970-an sampai 2000-an, dapatlah disebut dekade revolusi teknologi informatika yang membuat jaringan sinyal telekomunikasi antar komputer personal menyatukan bumi. Komunikasi manusia itu seperti lautan tidak bertepi tetapi di lain sisi kapitalisme teknologi telekomunikasi ini penuh dengan keserakahan monopolistik hak-hak paten. Untunglah perubahan zaman telah datang dengan hadirnya kapitalis model baru ala Cina, jadi umat manusia tidak perlu lagi membeli teknologi sangat mahal IBM Amerika atau computer NeXT ciptaan Steve Jobs seperti 20 tahun lalu. Umat manusia cukup membeli hak-hak paten-nya piranti lunak program Microsoft Bill Gates, tetapi perangkat keras teknologi informatika ini semakin lama semakin murah saja.

Saat ini kita dapat memilih teknologi PC tablet ala model Cina yang murah, tidak perlu beli gadget PC tablet ala IPAD ciptaan Steve Jobs yang dapat membuat seseorang di Indonesia masuk penjara gara-gara persoalan hak-hak paten. Kita mesti ingat Allah SWT saja memberikan gratis oksigen yang sangat esensi bagi kehidupan makhluk hidup selama milyaran tahun, jadi janganlah persoalan hak-hak paten menjadi berhala bagi kepentingan banyak manusia.

Hak-hak paten itu sebenarnya perbudakan teknologi, jadi seharusnya peradaban harus dapat membebaskan keserakahan manusia akan teknologi.

Monday, 3 October 2011

Kenapa saya percaya 100% adanya surga pada akhir kehidupan?

Dalam suatu wawancara TV show, Stephen Hawkings sang selebriti ilmuwan atheis menyatakan bahwa cerita surga dan neraka itu adalah hanya mitos khayalan manusia belaka. Secara logika fisika kasat panca-indera, sepertinya benar bahwa tubuh manusia mati kembali ke tanah menjadi materi mati semata-mata. Katakanlah cerita surga dan neraka itu adalah mitos, kita karakterisasi dalam kelompok 5 jari tangan kiri keingkaran (oposisi) yakni tidak dapat dibuktikan secara sains, khayalan manusia, surga=nikmat duniawi, surga=janji kosong, surga=cerita anak-anak. Tetapi hanya diperlukan 1 jari telunjuk tangan kanan kebenaran yang mematahkan argument 5 jari tangan kiri keingkaran. Apakah itu? Apakah 1 argumen kebenaran yang selalu disembunyikan manusia sejak peradaban ini lahir 10.000 tahun yang silam?

Ternyata manusia selalu menyimpan kebohongan tentang kelemahan dirinya yang paling mendasar sehingga dia tidak berani mengulang-ulang pertanyaan yang esensial ini. Apakah kebohongan manusia itu? Silahkan anda membuat cita-cita tentang 1 pertanyaan esensial tentang kehidupan baru ini.

“Jika saya dapat dilahirkan kembali di dunia ini?” Mari kita ulangi pertanyaan ini dihadapan cermin misteri kehidupan: “Jika saya dapat dilahirkan kembali di dunia ini?”.

Manusia akan menyadari arti kelahirannya, kehadirannnya, perjalanannya tetapi yang paling mendebarkan jantung adalah manusia akan menyaksikan tubuhnya sendiri semakin tua renta, penyakitan, keriput, jelek, buruk, impoten, akhirnya tokh mati juga. Proses ini ireversibel, manusia tidak mampu dengan teknologinya mengembalikan atau menghentikan proses alamiah menjadi tua dan mati. Betul semua ini adalah proses alamiah, tetapi hanyalah manusia yang dapat melihat dan membayangkan proses kehidupan dan akhir kematiannya.

Jadi obsesi manusia tentang kelahiran dan kematiannya yang berjalan sejak lahirnya peradaban manusia 10.000 tahun yang silam, itulah suatu proses diskusi mendalam dari kesadaran manusia di hadapan Sang Penciptanya. Suatu proses luar biasa dahsyatnya dari pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang keinginan kehidupan abadi, jika saya tetap muda remaja dan tidak menjadi tua renta akhirnya mati. Kemudian akhir cerita pertanyaan ini adalah, jikalau saya dapat dilahirkan kembali paling tidak di suatu kehidupan baru kelak. Semua harapan-harapan baik dan menyenangkan itu tentunya adalah surga-surga yang dicita-citakan manusia dan peradabannya, betapapun dia akan menyaksikan akhir perjalanan kematiannya sendiri.

Jika perjalanan peradaban manusia yang 10.000 tahun ini, kelak akan dilahirkan kembali di suatu waktu, maka cerita surga dan neraka ini akan pasti lahir kembali, silahkan percaya atau tidak. Jika anda tetap tidak faham tentang keyakinan surga dan neraka, maka ada cara gampang memahaminya. Bahwa surga=tidak mati yang dicita-citakan manusia sejak peradaban ini lahir. Itulah sebabnya saya percaya 100% mutlak akan adanya kehidupan surga dan neraka di akhir kehidupan saya kelak, dan keyakinan ini merupakan energi motivator luar biasa bagi arti kelurusan kehidupan peradaban manusia. Untuk itu saya berdoa dan beramal yang baik pada kesempatan kehidupan yang diberikan oleh Sang Pencipta saat ini.

Jadi jika anda tetap ngotot bahwa surga itu adalah hanya mitos, berarti anda tidak mempunyai cita-cita suatu saat anda akan dilahirkan kembali di dunia ini ataupun di dunia yang lain. Manusia yang tidak mempunyai cita-cita ideal, manusia macam apa itu ya??

Saturday, 1 October 2011

Mencari partikel tuhan (10)

Sejak peradaban tulis-menulis itu muncul sebenarnya manusia telah mempunyai kemampuan akal logika yang cukup untuk berfikir secara metoda ilmiah. Simbol tulis menulis walau dalam bentuk alphabet sederhana itupun sudah merupakan ekspresi logika manusia berakal. Jadi sekitar 8000 tahun yang silam, ketika simbol bahasa ditemukan di Sumeria, maka sebenarnya kita sudah dapat memprediksi bahwa metoda ilmiah itu sudah ada dalam benak fikiran manusia.

Salah satu tokoh besar pelopor metode ilmiah pada zaman peradaban Islam abad ke-10, adalah Alhazen (Ibnu Al-Haytham) yang hidup antara tahun 965-1039 Masehi, yang foto lukisannya saya buat dalam bingkai 3-dimensi diatas. Kata-kata ungkapan terkenal Alhazen yang patut disimak untuk mendalami ilmu sains adalah: “Kebenaran itu diperlukan untuk kebaikannya itu sendiri. Siapapun yang mendalami segala sesuatu pertanyaan-pertanyaan tentang sains untuk kebaikannya itu sendiri, maka dia tidak tertarik hal-hal yang lain. Mencari kebenaran adalah sangat sulit, jalan menuju kebenaran itu sangat terjal”.

Mari kita buktikan kebenaran ramalan Alhazen 1000 tahun yang silam. Ketika teknologi nuklir ditemukan manusia pada tahun 1940-an, maka teknologi ini tidak dipakai oleh “tangan kanan kebenaran” untuk membuat pembangkit tenaga listrik nuklir misalnya, malahan justru sebaliknya teknologi nuklir ini dipakai oleh “tangan kiri kebohongan” untuk membuat bom atom dan menjagal massal manusia.

Bahwa fikiran manusia itu bak seperti aliran sungai kata-kata yang mengalir dari pegunungan tinggi nan sejuk, menggelora tatkala melewati batuan terjal, akhirnya menuju lautan luas yang dalam dan tenang yang akan menerima semua harmoni kalimat-kalimat berpuisi, berprosa mungkin bernada musikal orkestra kolosal ataupun bersuara keras lantang berwibawa.

Bahwa fikiran manusia memerlukan media yang tidak terbatas untuk menuangkan fikirannya, maka sejak ditemukannya produksi massal kertas oleh peradaban Cina 1800 tahun yang lalu, roda putaran peradaban itu menggelinding semakin cepat. Penemuan produksi kertas besar-besaran sebagai media penuangan fikiran manusia adalah sebenarnya momentum awal peradaban dunia, tetapi kenapa Cina tertinggal oleh Barat dalam awal revolusi industri. Betapa rumitnya matriks peradaban manusia, sukar diramalkan secara logika.

Akal fikiran manusia itu sebenarnya sudah otomatis di-setel untuk berfikir secara metoda ilmiah, jadi sebenarnya metoda ilmiah bukanlah suatu benda alien asing yang hanya di-monopoli peradaban Barat. Ada empat elemen esensial metode ilmiah yakni karakterisasi, hipotesa, prediksi, dan eksperimentasi.

Ketika peradaban ini bermula, secara alamiah seorang anak manusia akan memulai karakterisasi buah-buahan yang dimakannya seperti jeruk, apel, rambutan, durian, maka ia telah memulai membuat observasi, definisi, dan pengukuran. Seorang anak yang cerdas mungkin akan memulai hipotesa-hipotesa bagaimana cara bercocok-tanam pohon-pohon jeruk berbuah manis, besar, dan banyak, maka ia akan berfikir teoretis, penjelasan, dan pengukuran terhadap subyek pertanian jeruk manis. Ketika ia sudah menuangkan fikirannya diatas kertas dengan prediksi angka-angka statistik matematika dan dilanjutkan eksperimentasi di lahan perkebunan, maka inilah yang disebut dengan peradaban riset dengan metode ilmiah. Revolusi industri pada abad ke-19 kemudian diikuti revolusi teknologi informatika pada abad millennium ini, mempercepat putaran roda peradaban riset yang semakin canggih.

Marilah kita mencoba membuat karakterisasi (mengumpulkan data-data sifat karakter) makhluk hidup yang konon kabarnya jumlahnya 8.7 juta spesies, dan eksistensi makhluk-makhluk hidup ini telah diklaim 100% dapat dijelaskan oleh teori evolusi Darwin melalui proses seleksi alam. Untuk menghindari efek “tangan kiri kebohongan” dan “tangan kanan kebenaran”, maka sebaiknya kita membuat 5 fakta tangan kiri dan 5 fakta tangan kanan sesuai dengan jumlah jari-jari tangan kita yang 10 itu seperti gambar diatas.

Ada 5 fakta tangan kanan yang memberikan 5 karakterisasi yakni sel-sel hidup yang analog, pertumbuhan dari 1 sel menjadi trilyunan sel, pertumbuhan kerangka yang analog di antara hewan-hewan bertulang belakang, kerangka tengkorak yang analog untuk primata(monyet) dan manusia, kandungan genetik yang identik antara primata dan manusia. 5 fakta tangan kanan ini memberikan suatu bukti adanya mekanisme perubahan dalam kurun waktu yang lama atau disebut evolusi dari makhluk-makhluk hidup yang jumlahnya 8.7 juta spesies itu.

Dilain sisi ada 5 fakta tangan kiri yang memberikan 5 karakterisasi yang harus dicatat penting yakni adanya sistem organisasi kehidupan mandiri 1 sel, adanya fungsi organisasi dari organ-organ yang berbeda dari makhluk multi-sel, adanya fungsi organisasi panca-indera, adanya fungsi manajemen energi foto-sintesa tumbuh-tumbuhan, adanya manajemen pertumbuhan reproduksi dari 1 sel zygote menjadi trilyunan sel yang berorganisasi secara sempurna. 5 fakta tangan kiri ini sama sekali tidak dapat dijelaskan oleh teori evolusi Darwin ataupun teori seleksi alam. Apapun yang namanya organisasi, fungsi, manajemen, sistem di alam semesta ini pastilah ada tangan-tangan gaib yang menciptakannya melalui proses-proses replika yang belum diketahui oleh pencapaian sains manusia.

Jadi kalau kita ilmuwan sejati maka kita harus mengangkat kedua tangan kita keatas, jangan hanya mengangkat 1 tangan kanan keatas berteriak kebenaran, sementara 1 tangan kiri menyembunyikan fakta-fakta lainnya yang tidak dapat dijelaskan oleh teori evolusi Darwin. Fakta-fakta statika kehidupan itu dapat dijelaskan oleh teori evolusi Darwin, tetapi sistem dinamika keseluruhan yang berkaitan dengan manajemen fungsi, pertukaran energi, reproduksi, keseimbangan kehidupan 8.7 spesies itu, tidaklah tepat untuk dapat dijelaskan oleh teori evolusi dan teori seleksi alam Charles Darwin yang sudah kadaluarsa ini.

Suatu saat mungkin sains manusia akan mencapainya, tetapi mungkin Allah SWT sudah tahu karakter manusia sesungguhnya seperti kasus penciptaan teknologi nuklir diatas. Apakah Allah SWT akan mengizinkannya?? Mari kita simak lagi prosa dari Alhazen 1000 tahun yang silam yang dilahirkan di kota Basra (Irak sekarang).

“Kebenaran itu diperlukan untuk kebaikannya itu sendiri. Siapapun yang mendalami segala sesuatu pertanyaan-pertanyaan tentang sains untuk kebaikannya itu sendiri, maka dia tidak tertarik hal-hal yang lain. Mencari kebenaran adalah sangat sulit, jalan menuju kebenaran itu sangat terjal”.

Monday, 26 September 2011

Mencari partikel tuhan (9)

Ada yang patut disyukuri bersama dari hasil peradaban manusia millennium ini yakni ketersediaan sandang, kebutuhan telekomunikasi yang relatif murah hampir di seluruh belahan dunia. Apa indikasinya? Bahwa harga-harga bahan sandang pakaian dan biaya telekomunikasi semakin lama semakin murah dan terjangkau. Hasil dari persaingan kapitalisme global memberikan dampak yang positif khususnya untuk hal-hal kebutuhan penampilan dan komunikasi manusia. Jadi anda ingin tampil seperti berpakaian orang kaya dengan gadget telepon genggam Blackberry, itu biayanya relatif murah. Tetapi tidak untuk pangan, tanah,dan bangunan karena kapitalisme telah menjadikannya monster-monster yang menyedot jutaan lembaran kertas uang hutang yang membesar seperti gelembung-gelembung udara yang akhirnya meletus menjadi krisis dunia di Amerika dan sekarang di Eropa Barat.

Ada pertanyaan mendasar mungkin sejak peradaban dimensi uang yang membelenggu kesadaran manusia, adakah peluang-peluang agar harga-harga pangan, rumah, tanah tidak terus menerus mengikuti gelembung-gelembung nilai pertukaran uang yang seperti lingkaran setan. Kebutuhan mendasar manusia adalah pangan, secara alamiah seharusnya makanan itu dapat diperoleh gratis sama halnya udara yang kita hirup ini diberikan gratis oleh Allah SWT. Paling tidak harga pangan itu tidak mengikuti trend gelembung pertukaran uang dunia yang gila saat ini, itu saja sudah cukup menolong kebutuhan dasar kemanusiaan.

Sekali lagi pertanyaan itu menggema di alam bawah sadar kita, adakah peluang bahwa peradaban akan menciptakan pangan makanan itu menjadi gratis, padahal Allah SWT telah memberikan oksigen gratis selama milyaran tahun untuk kehidupan bumi. Pada tingkat pemikiran seperti ini, hukum seleksi alam teori Darwin harus dienyahkan dari fikiran kita, justru peradaban harus mulai memikirkan masa depan keberlangsungan eksistensi manusia dan kemanusiaan di Bumi dalam skala lebih dari 10,000 tahun.

Seperti krisis ekonomi di Amerika Serikat saat ini dengan munculnya kekuatan kapitalisme model baru dari sosialisme Cina, perubahan-perubahan dunia akan berlangsung cepat. Bisa saja negara-negara Barat akan merekayasa perang dunia ke-3 yang modusnya lebih canggih beribu-ribu alasan muslihat. Betapapun majunya suatu peradaban tetapi kontingensi nafsu keserakahan itu tetap menjadi referensi utama, maka peluang membuat rekayasa manajemen perang dengan dasar teori seleksi alam Darwin dapat menjadi opsi pilihan. Bayangkan Amerika Serikat saat ini mempunyai sekitar 4000 bom atom yang per-kepala bom berkekuatan memusnahkan manusia minimal 25 juta. Jangan anggap remeh dampak-dampak teori seleksi alam Darwin yang menyesatkan peradaban manusia.

Istilah kapitalisme uang justru di-populerkan oleh Karl Marx sekitar 120 tahun lalu, dari dikotomi pemikiran sosialisme atau komunisme. Di Negara kita dikotomi antara sosialisme dan kapitalisme sudah menjadi fenomena racun mematikan untuk dibicarakan secara logika. Betapapun Soekarno berfikir keras menciptakan Panca Sila sebagai dasar filosofi bangsa dan rakyatnya untuk kelangsungan Nusantara, akhirnya anarki dikotomi kapitalisme-komunisme ini menjadi setan pemenang. Keadilan sosial dan kemanusiaan yang beradab itu tetap terhempas di bumi pertiwi ini.

Manusia sendiri yang menciptakan dimensi baru peradaban uang, dimensi uang ini akhirnya membelenggu fikiran manusia. Tetapi dimensi peradaban uang ini tetap menciptakan sejarah kelaparan dan kemiskinan sampai memasuki peradaban informatika millennium ini. Sekitar 1400 tahun yang silam, dampak peradaban gelembung uang itu telah diperingatkan berulang-ulang oleh Nabi Muhammad SAW yang melihat masa depan umatnya yang akan terbelenggu dengan riba uang seperti lingkaran setan. Tanpa sadar oleh kita bahwa nilai pangan, bangunan, tanah itu terus menerus naik harganya, bahwa ini sebenarnya potensi setan riba uang yang dikhawatirkan oleh Nabi Muhammad SAW, tetapi dunia perekonomian terus berjalan dengan energi setan riba ini. Hal ini logis karena perekonomian dunia saat ini adalah format ekonomi industry Barat.

Seharusnya secara sederhana jika manusia dapat menciptakan dimensi uang yang membelenggunya maka sepatutnya dia juga dapat memutuskan kapan waktu hidupnya tergantung oleh uang dan kapan dia harus bebas dari segala kebutuhan uang. Kalau sepanjang hidupnya manusia terus menerus mengejar uang maka sesungguhnya manusia itu telah menjadi budak, dan itu akan terus menerus menjauhi tujuan kemanusiaan seutuhnya. Tepatlah yang diramalkan Leo Tolstoy sekitar 100 tahun lalu, bahwa peradaban uang saat ini adalah bentuk baru perbudakan manusia masa silam.

Sunday, 25 September 2011

Mencari partikel tuhan (8)

Berapa banyak variasi makhluk-makhluk hidup yang berpasang-pasangan yang diciptakan oleh Allah SWT di permukaan Bumi saat ini? Ilmuwan Barat sekali lagi dengan semangatnya mencoba memperkirakan dengan analisa matematika yang canggih, bahwa jumlah variasi makhluk hidup yang berpasang-pasangan atau disebut ilmu biologi sebagai spesies adalah diperkirakan 8.7 juta spesies. Tetapi 90% dari angka 8.7 juta spesies ini, ternyata belum ditemukan oleh manusia.

Apalagi mencoba memperkirakan jumlah populasi total spesies, silahkan coba hitung mulai dari populasi manusia yang 7 milyar, dan seterusnya. Malas sekali ya manusia ini, tetapi kalau mencari-cari alien-alien antah berantah di planet habitable zone semangat betul, sampe-sampe termimpi-mimpi terbang dengan pesawat Strak Trek.

Makhluk-makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah SWT mempunyai kemampuan mereplikasikan dirinya sendiri dengan cara reproduksi atau sederhananya makhluk-makhluk hidup akan selalu diciptakan berpasang-pasangan. Tumbuh-tumbuhan itu berpasang-pasangan, batang singkongpun diciptakan Allah SWT mempunyai kemampuan replikasi diri artinya batang-batang singkong itu potensi pasang-pasangan untuk kelanjutan hidup tumbuh-tumbuhan singkong itu sendiri. Jadi demi sang waktu dan demi sang waktu yang telah berjalan, maka selama 3.5 milyar tahun kehidupan di Bumi ini hadir mewarnai kesadaran semesta dari kondisi awalnya black and white.

Apakah mobil mempunyai kemampuan mereplikasikan dirinya sendiri, tentu tidak. Mobil difabrikasi manusia dengan program replikasi teknologi manufaktur. Apakah virus computer dapat disebut makhluk hidup yang berpasangan karena dapat mereplikasikan dirinya sendiri dengan program yang dibuat oleh manusia, silahkan coba anda fikirkan sendiri.

Ternyata 86% spesies di daratan dan 91% spesies di lautan belum ditemukan, di-deskripsikan, dan dibuat katalog oleh manusia. Kerja macam apa manusia di bumi ini ya selama 10.000 tahun koq mengenali diri sendiri susah banget. Nah itulah sifat manusiawi, makanya jangan cepat dan mudah tersihir oleh kilauan atau tipuan kampanye sains Barat yang menyesatkan kemana-mana sampai ke planet Mars sono. Bayangkan berapa banyak spesies yang belum ditemukan tetapi sudah terlanjur dipunahkan oleh manusia semenjak peradaban ini hadir, kemudian laju kepunahan yang akan semakin tinggi dengan semakin terbatasnya habitat yang terus dirambah manusia untuk pemukiman dan selanjutnya. Padahal bagaimana menciptakan makhluk 1 sel seperti amoeba saja kagak ngerti-ngerti, tetapi merusak dunia cepet banget. Makanya manusia itu dihadirkan pada akhir-akhir akan berhentinya perjalanan ruang waktu ini, dan itu sangat logis.

Apakah 8.7 juta spesies itu hanyalah hasil perjalanan mekanisme evolusi dan seleksi alam teori Darwin? Kalau menurut dugaan dan tebak-tebakan saya sih, mekanisme evolusi itu hanya memberi kontribusi 4% seperti menebak dadu bermuka enam dalam kotak pandora. Kemudian sisanya yakni 96% perjalanan spesies itu adalah karya cipta Allah SWT yang kita belum mengetahui dimensi-dimensi replikanya. Sama seperti 4% materi yang terobservasi oleh manusia di alam semesta, sisanya 96% adalah hak milik prerogatif Allah SWT.